Tertawa dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Suatu penelitian
menyebutkan bahwa suara tawa dapat membuat tubuh lebih kebal dari
penyakit hingga 40 persen. Tertawa menjadikan tubuh kita lebih aktif
menghadang infeksi dan kuman penyakit. Tertawa juga mempermudah
pernapasan. Dengan tertawa, udara jenuh dalam tubuh lebih mudah
keluar. Udara tersebut akan digantikan oleh udara segar yang
diperlukan tubuh. Pergantian udara memperkaya kandungan oksigen dalam
darah serta membersihkan alat-alat pernapasan.
Tertawa itu menyehatkan. Bukan hanya bagi tubuh, namun juga bagi
hati. Hati yang gembira bersukacita di dalam Tuhan, melayani Dia
dengan gembira, dan menikmati kebaikan-Nya. G.K. Chesterton
berpendapat, ibadah kita seharusnya menjadi sukacita tanpa akhir.
Sayangnya, menurut pengamatan Philip Yancey, orang kristiani
cenderung hebat dalam bekerja, ahli dalam berdoa, namun tertinggal
dalam soal tawa-tertawa. Kalau tidak percaya, silakan saja bertanya,
apa kesan orang pada umumnya tentang kekristenan. Apakah "keriangan"
termasuk gambaran yang melintas dalam benak mereka?
Kemampuan untuk tertawa, terlebih menertawakan diri sendiri, termasuk
salah satu tanda kedewasaan. Di satu sisi, tertawa memperlihatkan
kesadaran dan penerimaan: bahwa kita ini memang makhluk-makhluk
berdosa yang ada kalanya bertingkah bodoh, dan karena itu
menggelikan. Di sisi lain, tertawa menyiratkan pengakuan: bahwa hanya
dengan pertolongan Tuhanlah kita bisa mengatasi kebodohan tersebut.
Nah, sudahkah Anda tertawa hari ini?
Senin, 08 Juni 2009
Kamis, 04 Juni 2009
Menolong orang kecil
> > 1. Kalau beli majalah, jangan beli di dalam
> supermarket atau toko
> >buku.
> > Tetapi usahakan untuk membelinya dari kios
> pinggir jalan atau pun di
> > lampu merah
> > Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang
> kecil.
> > 2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di
> tukang sayur yang
> lewat
> > di rumah daripada beli di supermarket.
> > Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah pada
> saat tukang sayur
> > lewat,tetapi bisa juga kita titipkan dengan
> > pembantu/tetangga.Agak lebih repot sedikit,
> tetapi uangnya akan
> >masuk
> > ke orang kecil.
> > 3. Ada baiknya secara berkala, misalnya satu
> bulan sekali, kita panggil
> > tukang nasi goreng/tukang sate yang
> > lewat di depan rumah. Walaupun kita tidak
> terlalu ingin makan nasi
> > goreng atau sate, tetapi boleh lah
> sekali-sekali
> > membeli dagangan mereka.
> > 4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati
> beberapa orang berjualan
> kue,
> > misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Beli.
> > Untuk kita uangnya tidak seberapa, tetapi untuk
> mereka akan sangat
> > berguna. Tentu saja jangan keseringan, karena
> nanti
> > kita juga bosen.
> > 5. Gue orang yang paling anti sama pembajakan,
> tetapi saat ini
> >masalahnya
> > udah lebih jauh daripada sekedar
> prinsip-prinsip
> > dasar. Gue mulai membeli DVD/VCD bajakan,
> karena dengan itu uang yg
> gue
> > keluarkan akan dapat membantu si penjual (dan
> > bukan masuk ke hollywood). Cara buruk untuk
> membenarkan pembajakan,
> > tetapi: orang-orang kita sedang terpuruk dan
> > ada agenda yg lebih penting untuk di
> selesaikan.
> > 6. Untuk yang cowok -- mungkin jika tidak terlalu
> pusing sama model
> > rambut,ada baiknya mulai potong rambut di
> barbershop
> > ketimbang di salon. Lumayan bisa menolong
> mereka.
> > 7. Kalo mo service ke bengkel,mendingan nggak ke
> dealer tapi ke
> >bengkel umum /biasa. 8. Sebulan sekali gaji yang
> kita peroleh bisa
> >kita sisihkan ke yatim
> piatu
> > atau janda janda tua atau
> > orang yang berhak /yang membutuhkan.
> > 9. Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu
> waktu naik angkutan
> >umum, kayak bis, mikrolet, bajai dan becak, buat
> > nambah penghasilan mereka.
> >
> > Kalau di dalam mailing list ini ada 30 orang,
> rasanya uang yang turun
> > Ke bawah cukup lumayan. Jika kita beli nasi
> goreng seharga 4000
> > rupiah satu kali sebulan, maka Uang yang kita
> "berikan" ke orang
> > kecil sudah mencapai 120 ribu sebulan
> >
> > itu hanya dari urusan nasi goreng.
> >kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini,
> > maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa
> menyeimbangkan
> >distribusi uang ke bawah.
> >
> > Apalagi jika Anda mau meneruskan usul ini.
> > Atau jika itu terlalu muluk -- paling tidak kita
> sudah memainkan
> > peran kita untuk menolong orang kecil.
> supermarket atau toko
> >buku.
> > Tetapi usahakan untuk membelinya dari kios
> pinggir jalan atau pun di
> > lampu merah
> > Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang
> kecil.
> > 2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di
> tukang sayur yang
> lewat
> > di rumah daripada beli di supermarket.
> > Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah pada
> saat tukang sayur
> > lewat,tetapi bisa juga kita titipkan dengan
> > pembantu/tetangga.Agak lebih repot sedikit,
> tetapi uangnya akan
> >masuk
> > ke orang kecil.
> > 3. Ada baiknya secara berkala, misalnya satu
> bulan sekali, kita panggil
> > tukang nasi goreng/tukang sate yang
> > lewat di depan rumah. Walaupun kita tidak
> terlalu ingin makan nasi
> > goreng atau sate, tetapi boleh lah
> sekali-sekali
> > membeli dagangan mereka.
> > 4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati
> beberapa orang berjualan
> kue,
> > misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Beli.
> > Untuk kita uangnya tidak seberapa, tetapi untuk
> mereka akan sangat
> > berguna. Tentu saja jangan keseringan, karena
> nanti
> > kita juga bosen.
> > 5. Gue orang yang paling anti sama pembajakan,
> tetapi saat ini
> >masalahnya
> > udah lebih jauh daripada sekedar
> prinsip-prinsip
> > dasar. Gue mulai membeli DVD/VCD bajakan,
> karena dengan itu uang yg
> gue
> > keluarkan akan dapat membantu si penjual (dan
> > bukan masuk ke hollywood). Cara buruk untuk
> membenarkan pembajakan,
> > tetapi: orang-orang kita sedang terpuruk dan
> > ada agenda yg lebih penting untuk di
> selesaikan.
> > 6. Untuk yang cowok -- mungkin jika tidak terlalu
> pusing sama model
> > rambut,ada baiknya mulai potong rambut di
> barbershop
> > ketimbang di salon. Lumayan bisa menolong
> mereka.
> > 7. Kalo mo service ke bengkel,mendingan nggak ke
> dealer tapi ke
> >bengkel umum /biasa. 8. Sebulan sekali gaji yang
> kita peroleh bisa
> >kita sisihkan ke yatim
> piatu
> > atau janda janda tua atau
> > orang yang berhak /yang membutuhkan.
> > 9. Bagi yang punya mobil ada baiknya kita sewaktu
> waktu naik angkutan
> >umum, kayak bis, mikrolet, bajai dan becak, buat
> > nambah penghasilan mereka.
> >
> > Kalau di dalam mailing list ini ada 30 orang,
> rasanya uang yang turun
> > Ke bawah cukup lumayan. Jika kita beli nasi
> goreng seharga 4000
> > rupiah satu kali sebulan, maka Uang yang kita
> "berikan" ke orang
> > kecil sudah mencapai 120 ribu sebulan
> >
> > itu hanya dari urusan nasi goreng.
> >kalau kita membiasakan diri untuk melakukan ini,
> > maka mudah-mudahan secara perlahan kita bisa
> menyeimbangkan
> >distribusi uang ke bawah.
> >
> > Apalagi jika Anda mau meneruskan usul ini.
> > Atau jika itu terlalu muluk -- paling tidak kita
> sudah memainkan
> > peran kita untuk menolong orang kecil.
Langganan:
Postingan (Atom)